Senin, 11 November 2013

Syair Puisi

. . . *AKU BERCERITA* . . .


Aku ceritakan padamu sebuah kenangan,
tentang mencintai tanpa perlu menunggu dicintai,
tentang dikasihi tanpa mengharap balas budi,
aku ceritakan...

Aku ceritakan padamu tentang sebuah kenangan,
tentang kekuatan yang berdiri bukan atas kelemahan,
tentang kebahagiaan yang selalu dibagikan,
aku ceritakan...

Kau tahu orang-orang bersembunyi melihat penderitaan,
kau mengerti mereka lari menyaksikan kebenaran,
namun ingatlah kamu dilahirkan untuk menjadi pemenang,
dan jadilah pemenang dalam cerita cintaku,
atau berceritalah tentang kemenangan-kemenanganmu
dengan lidahmu sendiri

Suatu saat nanti kita akan sama-sama bercerita,
sebab kita baru akan merasa merdeka,
jika...
kita mengatakan sesuatu dengan suara kita sendiri.






------*Kemana Rindu*--------


Rakit-rakit ini membawaku kehulu sungai
mengayuh dengan tanganku sendiri
menadahkan kepalaku kelangit
mengangkat kedua tangan mengharap do'a

Terdengar ditelingga . . .
suara anak kecil bermain dan berenang,
terdengar lagi . . .
suara samar burung memadu kasih

Kuharap kau... wahai tali jiwa
sulamlah rindumu dipelepuh bambu hatimu
nanti akan kusampaikan salammu pada langit biru
nanti akan kurangkaikan syair cinta untukmu kalau aku mampu

Kalau aku sanggup dengan apa yang kau inginkan
karna kutak sadar
rakit-rakit ini membawaku kehulu sungai
mengayuh dengan tanganku sendiri
mengharap do'a dari tali jiwa dipedalaman hatimu.






------>>Panggung Cinta<<-------


Kau pandai memainkan drama realiti.
naskah cintamu membumbung tinggi.
gelegar suaramu mengetar lara,

DUm prak dumprakk
gerakan kakimu seiring musik
bagai raksana diatas padang

Kau mainkan ekting kepadaku
pesona ayu
aku terpesona berada dalam naskahmu

cintaku hidup dalam panggung sandiwara,
kini kumenjadi hiasan panggung,
penonton bersorak ria . . .
Kusemakin gencaar
mengoncang panggung kesana-kemari

dumprak dumprakkk
Hidup khayalan nyata dalam panggung,
langkah kaki terus tersentak,

Ohhh... gelaapp...
sunyi....
ternyata ini semua hanya sandiwara,
cukup...
kuingin keluar dari kegelapan ini
menuju kekehidupan yang nyata.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar